MAU BUKA USAHA, BERBISNIS TAPI TAKUT RESIKO TINGGI DIERA PANDEMI?



Pandemi menyebabkan kehancuran dibanyak sektor, terutama sektor Ekonomi, Bisnis.
Tidak sedikit perusahaan yang harus mengurangi jumlah karyawannya, bahkan tidak sedikit pula yang sampai "gulung tikar".

Kementerian Ketenagakerjaan (KemNaker) menyebutkan 29,4 juta orang terdampak Pandemi Covid-19. Jumlah tersebut termasuk mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan tanpa upah hingga pengurangan jam kerja dan upah.
Pekerja yang paling terkena dampaknya dalam hal pemberhentian kerja permanen atau sementara berasal dari lima sektor, di antaranya hospitality/catering 85%, pariwisata/travel 82%, pakaian/garmen/textile 71%, makanan dan minuman 69%, dan arsitektur/bangunan/konstruksi 64%.
Dasyat!

Bisa kita bayangkan, biasanya setiap bulan menerima penghasilan tetap dan rutin, tiba-tiba menjadi nol sementara kebutuhan tetap ada dan harus dibayar/dibelanjakan. Uang Pesangon yang diterima, cepat atau lambat akan habis juga.

Sebagian dari Korban PHK melanjutkan hidup mereka dengan masuk ke sektor yang banyak membutuhkan Tenaga Kerja / mitra, misalnya Ojol (Ojek Online), ART (Asisten Rumah Tangga) Online, dan tidak sedikit pula yang berani menggunakan uang pesangon mereka dengan membuka usaha sesuai bidang yang mereka yakini akan jalan, antara lain; Rumah makan atau warung, Cafe, Bengkel, uasaha makanan ringan yang dipasarkan secara online, dan lain-lain.
Sebagian besar mereka berhasil didorong oleh kebutuhan, keyakinan dan semangat untuk terus bertahan. Sedikit diantara mereka yang membuka usaha, gagal. Hal ini disebabkan pengetahuan dan pengalaman mengelola bisnis yang masih rendah dan tidak memiliki mentor.

Yang Berhasil dan yang Gagal menjadi inspirasi dan pertimbangan bagi yang lain. Yang satu mengatakan "si Anu aja bisa berhasil, kita juga pasti bisa lah!", sementara yang lain mengatakan "lihat aja si Anu., akhirnya dia bangkrut, udah lah gak usah ambil risiko!"

Dalam berbisnis pasti ada risiko. Kemungkinannya : Berhasil atau Gagal.
Banyak hal yang menyebabkan kegagalan, dan kita tidak akan bahas soal Gagal.

Saat Anda berencana memulai usaha / Bisnis, pikirkan dan gali faktor-faktor apa saja yang menentukan keberhasilan bisnismu, fokus disitu. Tapi pertimbangkan juga faktor-faktor yang mungkin akan menyebabkan kegagalan.
Misal kalau mau buka warung makan, beberapa faktor keberhasilannya adalah; Rasa dan kelengkapan Menu, Kebersihan, Pelayanan, Lokasi, Kenyamanan, Harga, Promosi dll.

Lalu?
Adakah Bisnis yang berisiko kecil dengan modal kecil?
Ada. tapi tidak instant, tetap butuh proses. Modalmu hanya Semangat dan Konsisten.

Belum lama, pada tahun 2019 - 2020 ada sebuah platform seperti YouTube bernama VTube mencari dan menggalang banyak subscriber dengan cara memberi imbalan menarik kepada mereka yang berhasil mengajak orang lain menjadi sbscriber dan viewer VTube. modalnya hanya "klak-klik" dan Internet. Sayangnya sekarang program mencari subscriber tersebut sudah ditutup oleh VTube karena jumlah subscriberya sudah banyak. itu satu contoh usaha "tanpa modal" di era digital ini.

Tentu masih banyak peluang usaha lain terutama yang berkaitan dengan digital, Anda bisa main di Youtube, Tik-Tok, Instagram, Facebook, .......... 

Comments